Mengemas dan mengirim tanaman hidup
Mengemas tanpa media tanam, melindungi daun, dan dokumen untuk pengiriman lintas negara.
Nama tombol ditulis persis seperti di aplikasi (bahasa Inggris).
Periksa dan foto tanaman
Periksa daun, batang, dan akar dari hama dan busuk sebelum mengemas. Lalu foto tanaman dari atas, bagian bawah daun, dan akarnya. Simpan foto ini sampai pesanan selesai.
Siapkan akar
- Untuk pesanan internasional, bersihkan semua tanah dan media tanam. Sebagian besar negara menolak tanaman yang masih bertanah.
- Bungkus akar dengan sphagnum moss yang lembap (tidak basah).
- Bungkus moss dengan plastik wrap agar tetap lembap.
Lindungi daun
- Gulung kertas di sekeliling daun agar tidak tertekuk atau bergesekan.
- Rekatkan tanaman ke kotak atau karton agar tidak bergeser.
- Tulis ID pesanan di pembungkusnya.
Masukkan ke kotak
- Gunakan kotak yang kokoh dan isi celahnya dengan kertas agar isi tidak bergeser.
- Tambahkan heat pack hanya untuk rute bercuaca dingin. Jangan gunakan untuk rute tropis.
- Tandai kotak dengan Live Plants dan This Side Up.
- Foto kotak yang sudah disegel dengan label terlihat.
Dokumen untuk pesanan internasional
Sebagian besar negara mewajibkan sertifikat fitosanitasi untuk tanaman hidup yang diimpor. Urus sertifikat ini di badan karantina tumbuhan negara Anda sebelum mengirim:
- Indonesia: Badan Karantina Indonesia (Barantin)
- Thailand: Department of Agriculture (DOA)
- Singapura: National Parks Board (NParks)
Spesies yang terdaftar di CITES juga memerlukan izin ekspor CITES. Masukkan satu salinan setiap dokumen ke dalam kotak dan satu salinan di kantong dokumen di luar kotak.
Baca selengkapnya di Phytosanitary certificates explained (bahasa Inggris).
Serahkan dan lacak
Kirim di awal minggu agar paket tidak tertahan di gudang saat akhir pekan. Lalu tambahkan nomor resi dalam 24 jam.

